PsikoDeks
Buka Kamus Psikologi
Psikologi LingkunganMotivasi

arousal theory (teori gairah)

arousal theory

Ringkasan Singkat

Teori yang menyatakan bahwa lingkungan fisik dan pemenuhan kebutuhan psikologis mempengaruhi tingkat aktivasi organisme melalui stimulasi dan stres.

Teori gairah mencakup beberapa perspektif dalam psikologi yang menjelaskan bagaimana tingkat stimulasi mempengaruhi perilaku manusia. Salah satu aspek utamanya menyatakan bahwa lingkungan fisik, seperti kepadatan penduduk, kebisingan, atau kemacetan lalu lintas, dapat meningkatkan tingkat gairah melalui stres yang diciptakan ketika kebutuhan akan ruang pribadi atau ketenangan tidak terpenuhi. Peningkatan gairah ini sering kali berdampak negatif pada suasana hati dan interaksi sosial.

Selain itu, dalam konteks motivasi, teori ini berpendapat bahwa manusia termotivasi untuk mempertahankan tingkat gairah yang optimal. Jika gairah terlalu rendah (kebosanan), individu akan mencari stimulasi; jika terlalu tinggi (stres), mereka akan mencari cara untuk menenangkannya. Hal ini menjelaskan mengapa perilaku manusia sangat bervariasi mulai dari mencari petualangan hingga mencari kesunyian.

Referensi Yang Bisa Anda Gunakan

  • Heckert, J. P., et al. (2000). Arousal Theory and Environmental Psychology.
  • Geen, R. G. (1984). Preferred stimulation levels in introverts and extraverts.
Ditambahkan: 5 Mei 2026
Diperbarui: 7 Mei 2026

Peringatan Sitasi Akademik

Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.

Feedback